Selasa, 01 Maret 2011
Istilah Dalam Fashion (part 3)
Sebagai pecinta fashion sejati, agan agan harus tahu arti kata-kata penting berikut!
1. Aviator Sunglasses
Artinya: Pelindung sinar matahari yang lebar dan menutupi sbagian wajah.
Berasal dari: Kacamata pilot militer Amerika pada tahun 1958.
Tahukah kamu? Kacamata jenis ini adalah satu-satunya aksesori yang pernah dibawa ke bulan di tahun 1969.
2. Bomber Jacket
Artinya: Pakaian hangat dari bahan parasut atau kulit, yang berkaret dan gembung di daerah tangan, dada, plus perut.
Berasal dari: Jaket pilot pesawat yang membawa bom di jaman Perang Dunia II.
Tahukah kamu? Aslinya, bomber jacket dilapisi dengan bulu domba.
3. Bowler Hat
Artinya: Topi bulat yang keras dan terbuat dari bahan felt.
Berasal dari: Nama keluarga Inggris, penciptanya di tahun 1850.
Tahukah kamu? Aksesori kepala ini sering dipakai sama tokoh-tokoh terkenal, seperti Charlie Chaplin atau musuhnya Batman, The Riddler.
4. Frock
Artinya: Terusan tipis longgar yang bisa dipakai tanpa kancing maupun resleting.
Berasal dari: Baju dalam perempuan pada abad 16 sampai 19.
Tahukah kamu? Di abad ke-17, frock adalah jaket cowok yang panjang plus tebal, dan biasanya dipakai oleh para petani.
5. Mules
Artinya: Sepatu bulat, kotak, atau lancip, tanpa hak maupun berhak tinggi - asal tertutup di bagian depan dan terbuka di bagian belakang.
Berasal dari: Sejenis sandal rumah di abad ke -18.
Tahukah kamu? Gara-gara Marilyn Monroe, sepatu ini terkenal di tahun 1950-an.
6. Petticoat
Artinya: Rok berbahan ringan yang sering dipakai sebagai dalaman rok tipis.
Berasal dari: Rok dalaman di tahun 1500-an.
Tahukah kamu? Awalnya, petticoat sering ditambahkan kawat untuk menahan bentuk luar rok lebar.
7. Stiletto
Artinya: Sepatu dengan hak yang mengecil pada ujungnya.
Berasal dari: Bahasa Italia yang berarti pisau kecil yang tajam.
Tahukah kamu? Hak stiletto tertinggi di dunia adalah 16 cm.
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 01.35 0 komentar
Jenis-jenis Kain (Part 1)
Untuk membuat pakaian baik itu kemeja, kaos, celana, dll digunakan berbagai macam jenis kain atau bahan. Dalam produksi Kaos Nama PeeWee Flanel kita menggunakan beberapa macam kain, misalnya untuk Kaos Polos kita menggunakan bahan cotton combed. Untuk bahan cotton sendiri banyak sekali jenisnya yang dijual di pasaran. Sedangkan untuk pacth work-nya kita menggunakan kain flanel.
Biasanya pemilihan jenis kain ini disesuaikan dengan fungsi dari pakaian itu sendiri. Misalnya pakaian bayi biasanya menggunakan bahan yang halus lembut dan nyaman dipakai, atau untuk kaos anak bisanya menggunakan bahan katun kombed. Untuk lebih menambah pengetahuan tentang kain kita akan membahas tentang jenis-jenis kain dalam beberapa artikel kedepan. Setelah googling kesana-kemari akhirnya dapet juga beberapa informasi tentang ini. Berikut adalah jenis-jenis kain:
1. Kain Katun
Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.
Keunggulan:
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu
Untuk bahan kaos oblong sendiri banyak menggunakan jenis katun kombed, atau katun kardet. Banyak kaos kaos distro di Indonesia yang menggunakan jenis combed cotton 20s atau 30s. Untuk jenis bahan kaos ini kita akan membahasnya lebih dalam pada artikel selanjutnya.
2. Kain Pique atau sering disebut lacoste
Kain lacoste piquee biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi. Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit. Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan karded) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.
3. Kain PE
Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike. Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampir mirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudah membedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.
Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.
4. Light weight wools
Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).
5. Akrilit
Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools
6. Cashmere
Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.
7. Jersey
Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.
8. Denim
Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.
9. Linen
Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.
10. Lycra
Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.
11. Paragon
Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia
12. D’Tree
Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan baju basket juga.
13. Baby Tray
Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 01.32 0 komentar
Istilah Dalam Fashion (part 2)
denim: bahan celana yang tebal(dulunya sbg celana penambang) istilah lainnya adalah jeans
skiny jeans : celana panjang jeans/denim yang potongannya ketat
bootleg : potongan celana panjang yang bawahnya lebar
short sleves : lengan pendek
long sleeves : lengan panjang
manset : ujung lengan kemeja lengan panjang yang biasa ditekuk
turtle neck : kerah tinggi seleher(biasanya pada kaos/t’shirt)
round neck : kerah bulat/lonjong
v-neck : kerah berbentuk V
cardigan : baju luar lengan panjang yang terbuat dari bahan rajutan
vest : baju luar tanpa lengan baik rajutan maupun tenun
maxi dress : rok panjang yang lebar membentuk silouet huruf A, biasanya tanpa lengan
scarf : hiasan leher dari kain tipis, lebih difungsikan sebagai pemanis penampilan
syal/shawl : selendang panjang yang tebal/rajut yang difungsi utamanya mengusir dingin
pashmina : selendang lebar bahan tenun dari persia/india
stiletto : sepatu yang hak nya lancip dan tinggi
wedges : sepatu sandal bersol tebal dan ringan
sneakers : sepatu yang memiliki tali banyak dan fungsinya sebagai fungsi gaya dan kenyamanan.
skinny belt : ikat pinggang yang lebarnya kecil
oversize belt : ikat pinggang yang lebarnya ekstra lebar (sekarang ini dipergunakan di bawah payudara)
. Cellulose : Serabut yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
. Center of interest : Pusat perhatian yang terdapat pada desain busana.
.“Custom-made” : busana yang dibuat dengan sistem tailor maupun couture untuk perorangan sesuai dengan desain yang (couturis) exclusive.
. Depun : Penyelesaian dengan lapisan menurut bentuk yang dijahit kebagian dalam.
. Desain : Kerangka bentuk, rancangan, motif, model.
. Drapping :Teknik pembuatan pola dengan cara memulir/drapping.
. Dress making : Pembuatan pakaian wanita.
. Dressform : Boneka jahit
. Dresssmaker : Penjahit busana wanita
. Garis Empire : Garis hias yang melebar terdapat dibawah dada
. Garis Princess : Garis dari bahu atau tengah ketiak sampai panjang baju
. Haute couture : Pembuatan busana tingkat tinggi.
. Kampuh kostum : Kampuh yang diselesaikan dengan mesin pada bagian buruk, kemudian tirasnya diselesaikan dengan tangan.
. Lipit kup : Garis lipatan untuk membentuk tubuh wanita
. Management Contingency Skill : Keterampilan mengelola kemungkinan/ketidak aturan (solusi dalam menemukan masalah).
Measurement : Ukuran
. Mesin jahit kabinet :Mesin jahit yang tertutup menyerupai meja/kotak.
. Memarker : Membuat rancangan bahan sesuai ukuran sebenarnya
. Model : Peragawati/pemesan/pelanggan
. Pattern making : Pembuatan pola.
. Pelanggan : Pemesan/konsumen/kolega.
. Penilaian berdasarkan kompetensi : Dalam sistem penilaian berdasarkan kompetensi, penilaian didefinisikan sebagai proses pengumpulan bukti dan pembuatan pertimbangan untuk mengetahui apakah kompetensi telah dicapai, yang mencakup elemen kopetensi
. Quality Control : Pengawasan mutu.
. Serabut sintetis : Serabut buatan
. SOP : Standar Operasional Prosedur.
. Standar : Level/tingkat yang digunakan untuk mengukur unjuk kerja yang dapat diterima.
. Sillhoutte : Bayangan atau garis luar dari pakaian
. Tailored : Jahitan, penjahit atau busana untuk pria. Jahitan busana pria (tailor-made lebih banyak digunakan untuk pria dan dress making untuk wanita)
. Unit kompetensi : Unit kompetensi merupakan komponen berbed dalam standar kompetensi.
. Tusuk Piqneer : Tusuk tulang ikan yang dibuat pada river atau kerah mantel wanita
. Kampuh kostum : Kampuh yang diselesaikan dengan mesin pada bagian buruk, kemudian tirasnya diselesaikan dengan tangan
. Rompok : Hiasan tepi dengan kumai serong yang terlihat dari luar dan dalam dengan ukuran yang sama.
. Serip : Hiasan dengan lapisan menurut bentuk yang dijahit kearah luar
. Tunik : Pakaian yang panjang blusnya sampai diatas lutut
. Trubenys : Kain pengeras untuk kerah
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 01.26 0 komentar
Istilah Dalam Fashion (part 1)
Attache case : Tas kantor berbentuk boks. Tas ini bisa dibuka lebar. Biasa digunakan untuk menyimpan dokumen, tempat pena, kaca mata, agenda dan sebagainya.
Band collar : Model kerah tanpa kelepak, biasa disebut kerah Nehru.
Bandana : Kain pengikat kepala atau leher yang biasa dipakai untuk kegiatan out door.
Belt loops : Tempat untuk memasukkan ikat pinggang pada ban pinggang.
Black tie : Setelan jas dan pantalon hitam dengan dasi kupu-kupu.
Blazer : Jas kasual.
Bot (boots) : Sepatu yang tingginya menutupi mata kaki.
Boxer : Celana dalam pria dengan model seperti celana petinju.
Braid : Garis vertikal pada kedua sisi pipa pantalon black tie atau tails coat.
Button-down collar : Model kerah kemeja dengan kancing pada ujung kelepaknya.
Brief : Celana dalam pria yang ketat pada bagian pangkal paha.
Buckle : Sepatu dengan hiasan gesper.
Cardigan (kardigan) : Busana rajut lengan panjang tanpa kerah dengan deretan kancing di depan, memiliki garis vertikal pada bagian depan.
Cashmere (kasmir) : Sejenis bahan wol yang berkualitas tinggi yang sangat halus.
Cravat : Selendang penghias leher yang kedua ujungnya dimasukkan kebalik kemeja.
Crew-neck : Model kerah yang melingkar ketat pada pangkal leher.
Coatjacks : Berasal dari kata coat dan jacket. Model sports jacket yang potongannya longgar.
Cuff : Lipatan balik pada ujung pipa pantalon, manset lengan kemeja.
Cuff link : Kancing hias pada manset lengan.
Cummerbund : Sabuk besar dari kain berlipit-lipit yang dikenakan bersama tuxedo.
Denim : Bahan katun biru yang biasa digunakan untuk jins.
Double-breasted : Model jas yang bagian depannya saling bertumpuk.
Dress code : Jenis busana yang harus dikenakan untuk menghadiri suatu acara.
Fast track : Sepatu dengan bagian tumit terbuat dari karet.
Four in hand : Cara mengikat dasi yang menghasilkan simpul asimetris.
French-cuff (double cuff) : Model manset lengan dengan lipatan balik.
Flanel (flannel) : Salah satu jenis bahan wol yang permukaannya sangat berbulu.
Gabardine : Salah satu jenis bahan wol.
Lace-up : Sepatu yang memiliki lidah dan tali.
Long john : Celana dalam pria yang panjangnya semata kaki.
Loafer : Sepatu tanpa tali.
Manset : Ujung lengan kemeja yang dibuat lebih kaku dan berkancing.
Money clip : Logam yang didesain untuk menjepit uang kertas.
Overcoat : Mantel.
Padding : Bantalan bahu.
Polo shirt (kaos polo) : Kemeja kaus berkerah, berlengan pendek. Pertama kali dibuat oleh Rene Lacoste, pemain tenis terkenal.
Pullover : Busana rajut tanpa kancing.
Pump : Sepatu hitam untuk dikenakan bersama busana black tie, tanpa tali dan biasanya dihias sebuah pita sutera di depan.
Portfolio : Tempat arsip, bentuknya tipis.
Pilot case : Tas berbentuk boks keras, biasa dipakai para pilot. Hanya bisa dibuka bagian atasnya.
Pique vest : Rompi yang biasa dikenakan dengan busana white tie.
Single breasted : Jas dengan deretan kancing pada bagian tengah-depan.
Slip on : Model sepatu tanpa tali.
Spread collar (cutaway collar) : Model kerah dengan sudut yang besar untuk simpul dasi.
Suit : Setelan jas dan pantalon dengan bahan dan warna yang sama.
Suspender (braces) : Tali pengait agar ban pinggang celana tetap pada posisinya. Bagian tengahnya diletakkan di pundak dan ujungnya dikaitkan pada ban pinggang depan dan belakang celana.
Sweater : Busana rajut berlengan atau tanpa lengan.
Tail coat : Busana formal berupa jas hitam yang pada bagian belakangnya sepanjang lutut. Kerahnya dibuat dari sutera atau satin hitam. Pantalonnya diberi dua garis vertikal dari sutera atau satin hitam.
T-Shirt : Busana kaus berlengan pendek, tanpa kerah.
Turtleneck : Kerah yang menutupi seluruh leher dan dapat dilipat setengahnya sampai setinggi jakun.
Tuxedo : Setelan jas dan pantalon hitam atau biru kelam dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu. Kelepak jasnya dari sutera atau satin. Pantalonnya diberi garis vertikal.
V-neck : Potongan leher berbentuk V.
Vest (rompi) : Busana tanpa lengan yang membalut kemeja.
White tuxedo : Modelnya sama dengan tuxedo hitam, tapi jasnya berwarna putih atau beige. Pantalonnya berwarna hitam. Busana ini biasa dikenakan pada pesta formal di ruangan terbuka atau di kapal pesiar.
Windsor : Cara mengikat dasi yang menghasilkan simpul simetris.
Wings collar : Model kerah kemeja putih berbentuk segi tiga kecil, dikenakan bersama dasi kupu-kupu.
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 01.21 0 komentar


