
"Aku ingin membisikkan selamat tidur, jangan bermimpi. Mimpi mengurangi kualitas istirahatnya. dan untuk bersamaku, ia tak perlu mimpi." Dee - Curhat Buat Sahabat (hal 7 baris ke 20)
"Cintanya adalah paket airmata, keringat dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. bukan baginya. cintanya tak punya cukup waktu untuk dirinya sendiri." Dee - Malaikat Juga Tahu (hal 21 baris ke 7)
"Janjimu adalah matahariku yang terbit dan terbenam tanpa pernah keliru" Dee - Selamat Ulang Tahun (hal 26 baris ke 8)
"Aku Memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya." Dee - Aku Ada (hal 32 baris ke 2)
"Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya ......... seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa" Dee - Hanya Isyarat (hal 47 baris ke 19)
"Aku tidak ingin bersamamu cuma krena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi." Dee - Peluk (hal 56 baris ke 10)
"To him, i might be a unique blend of lowbrow jokes and complicated quantum theories. To him, I might be the perfect friend. But deep down, I'm just in love." Dee - Grow a Day Older (hal 72 baris ke 26)
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya sampai mati." Dee - Cicak di Dinding (hal 86 baris ke 29)
"Saat kita belajar menerima, kita juga belajar berdamai. Melalui firasat kita belajar menerima diri, dan berdamai dengan hidup ini." Dee - Firasat (hal 103 baris ke 10)
"Oh... tidur, sayang, tidur. Aku akan ada saat matamu membuka. Mendekap engkau seolah tiada esok, lusa. Tiada pergi jauh lagi dari engkau. tiada malam, tiada pagi tanpa hangat jemarimu." Dee - Tidur (hal 121 baris ke 5)
Minggu, 06 Maret 2011
Rectoverso
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 03.19
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar