
Kisah ini terasa semakin berat membebani lidah. Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggung saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.
Ku coba semua, segala cara
Kau membelakangiku
Ku nikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Untuk kumenghayatimu
Untuk mencintaimu
Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu
Dan dirimu yang jauh di sana
Ku tak kan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu
(Rasakanlah)
Isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh
(Rasakanlah) Harapan, impian,
Yang hidup hanya untuk sekejap
(Rasakanlah) Langit, hujan,
Detak, hangat nafasku
(Rasakanlah)
Isyarat yang mampu kau tangkap
Tanpa perlu kuucap,
(Rasakanlah) Air, udara,
Bulan, bintang
Angin, malam,
Ruang, waktu, puisi
Itulah saja cara yang bisa
Untuk menghayatimu
Untuk mencintaimu
Minggu, 06 Maret 2011
Hanya Isyarat
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 04.32 0 komentar
Rectoverso

"Aku ingin membisikkan selamat tidur, jangan bermimpi. Mimpi mengurangi kualitas istirahatnya. dan untuk bersamaku, ia tak perlu mimpi." Dee - Curhat Buat Sahabat (hal 7 baris ke 20)
"Cintanya adalah paket airmata, keringat dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. bukan baginya. cintanya tak punya cukup waktu untuk dirinya sendiri." Dee - Malaikat Juga Tahu (hal 21 baris ke 7)
"Janjimu adalah matahariku yang terbit dan terbenam tanpa pernah keliru" Dee - Selamat Ulang Tahun (hal 26 baris ke 8)
"Aku Memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya." Dee - Aku Ada (hal 32 baris ke 2)
"Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya ......... seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa" Dee - Hanya Isyarat (hal 47 baris ke 19)
"Aku tidak ingin bersamamu cuma krena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi." Dee - Peluk (hal 56 baris ke 10)
"To him, i might be a unique blend of lowbrow jokes and complicated quantum theories. To him, I might be the perfect friend. But deep down, I'm just in love." Dee - Grow a Day Older (hal 72 baris ke 26)
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya sampai mati." Dee - Cicak di Dinding (hal 86 baris ke 29)
"Saat kita belajar menerima, kita juga belajar berdamai. Melalui firasat kita belajar menerima diri, dan berdamai dengan hidup ini." Dee - Firasat (hal 103 baris ke 10)
"Oh... tidur, sayang, tidur. Aku akan ada saat matamu membuka. Mendekap engkau seolah tiada esok, lusa. Tiada pergi jauh lagi dari engkau. tiada malam, tiada pagi tanpa hangat jemarimu." Dee - Tidur (hal 121 baris ke 5)
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 03.19 0 komentar
Renungan Kloset
Ada baiknya,
tak mencatat hidup
dalam lembar lembar buku harian
Suatu masa,
jika membacanya lagi
manis, membuat kita ingin kembali
pahit, membuat duka tak bisa lupa
Ada baiknya,
merenung hidup
dalam kloset yang sepi
Tak perlu malu,
mengenang, tersenyum atau menangis
Setelah itu,
siram semua
bersiap menerima makanan baru
yang lebih baik dari kemarin
(created by Rieke Diah Pitaloka)
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 03.00 0 komentar
Mencintai Langit
Tolong ajari aku mengendalikan rindu
Yang meliar bagai perdu di padang hatiku
Cinta lama yang bertahun-tahun kutebas
Sepertinya selalu menolak meranggas
Akarnya yang keras menghujam terlalu dalam
Menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam
Tolong ajari aku menerjemahkan pahit
Yang perih menggigit tiap mataku menatap langit
Kemana saja kupalingkan kepala
Ia selalu ada
Mengungkap semesta
Kucintai birunya dengan cinta paling purba
Kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda
Sementara jarak tetap saja membentang panjang
Menggerus tahun-tahun lengang
Tolong ajari aku berhenti bermimpi
……Kini
Sebab padang hatiku jadi terlalu sunyi
Untuk kutinggali sendiri
Jemu menjamu sejoli pembunuh rindu
-jarak dan waktu-
Berharap mereka segera menerkamku
Dan mengakhiri kesia-siaan ini
(from Langit Penuh Daya, by Dewi Sekar)
Diposting oleh Enchiiiiiiiiiiii di 02.38 0 komentar



